Posted by: YopiE on: Oktober 26, 2009
Setelah adanya pengkonversian dari mintak tanah ke Gas, maka semakin jarang kita temui para pengguna kompor minyak. Walaupun pengkonversian ini sudah cukup lama, tapi masih banyak juga para pengguna Tabung Gas takut untuk menggunakannya. Sebab dibeberapa kasus, sering terjadinya kebocoran yang mengakibatkan tabung meleduk dan terjadilah kebakaran ataupun dapat menghancurkan sebagian rumah, karna dampak ledakan tersebut.
Nah untuk mengatasi hal ini, sekarang ada alat Braket pengaman tabung gas LPG. Dengan pemasangan yang sederhana, alat ini bisa menghindari kebocoran gas, sehingga aman dari tabung meledak atau kebakaran. Memang hari ini mulai banyak alat serupa, tapi yang saya tawarkan di sini memiliki banyak kelebihan, terutama dari design yang sederhana namun kuat, mudah untuk pemasangan, dan harga yang bersaing dan lebih murah dan juga bisa menghemat pemakaian gas.
Baca entri selengkapnya »
Posted by: YopiE on: September 3, 2009
Kamis, 3 September 2009 | 09:19 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Masyarakat pengguna jalan semakin dibuat resah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan menebarkan ranjau paku di jalan protokol maupun arteri di Ibukota Jakarta.
Menindaklanjuti keluhan masyarakat, pihak Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya menurunkan petugasnya, Kamis (3/9), untuk menyisir lokasi yang disinyalisasi menjadi lokasi penebaran ranjau paku.
Posted by: YopiE on: Agustus 4, 2009
Jakarta – Nyawa Mbah Surip tidak bisa terselamatkan oleh dokter di RS Pusdikkes, Jakarta Timur. Penyanyi lagu ‘Tak Gendong’ itu telah meninggal saat tiba di rumah sakit tersebut.
“Jadi pas tiba di sini sudah tidak bernyawa, sudah meninggal,” kata Mega, petugas RS Pusdikkes kepada detikcom.
Posted by: YopiE on: Agustus 4, 2009

Jakarta
- Ranjau paku merajalela di Jl Gatot Subroto. Akibat tebaran ranjau paku itu ban 7 motor kempes dan para biker terpaksa menuntun kendaraannya.
“Lokasinya di perempatan Kuningan tidak jauh dari Apartemen Palm Court. Ada 7 motor yang bocor bannya,” kata Wakasat Lantas Polres Jakarta Selatan AKP Joko Santoso pada detikcom, Selasa (4/8/2009) pukul 08.45 WIB.
Posted by: YopiE on: Juli 15, 2009
VIVAnews – Ranjau paku kembali memakan korban. Kali ini di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa, 24 Maret 2009. Sebanyak empat pengendara terkena ranjau paku di kawasan ini.
Ranjau paku tersebar mulai dari Kantor Walikota Jakarta Barat yang melewati kawasan kompleks Puri Indah hingga depan Stasiun RCTI di Kebon Jeruk.
Baca entri selengkapnya »
Posted by: YopiE on: Juli 9, 2009
KOMPAS.com — Mungkin ini bukan awal yang baik bagi tuan rumah KTT G-8, Italia, dalam menyambut salah satu tamunya dari AS. Hal ini terjadi saat Presiden AS Barack Obama tidak menyambut tawaran jabat tangan dari Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi dan justru terus melanjutkan langkahnya seakan tidak mempedulikan sambutan itu.

Dalam adegan hasil jepretan 3 foto yang digabungkan menjadi 1, Presiden AS Obama terlihat tidak membalas sambutan jabat tangan dari Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi saat akan menghadiri acara foto bersama para pemimpin G8 di L'Aquila, Italia, 8 Juli 2009
Peristiwa itu berlangsung saat Obama tiba di sebuah acara pengambilan foto bersama para pemimpin G-8 pada hari pertama KTT G-8 di L’Aquila, Italia, Rabu (8/7). Berlusconi mencoba menyambut Obama dalam acara itu, tetapi Obama melengos pergi seakan mengacuhkan uluran jabat tangan dari Perdana Menteri Italia itu.
Baca entri selengkapnya »
Posted by: YopiE on: Juli 7, 2009
VIVAnews – Aksi penebar ranjau paku sudah sangat meresahkan. Pada Selasa, 17 Februari 2009 pagi ini tak kurang dari enam motor menjadi korban ranjau paku di kawasan Mayestik, Jakarta Selatan.
Ratusan paku itu tersebar di jalur mulai dari arah Mayestik hingga ke Bulungan. Lokasi paling banyak pakunya berada di dekat Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).
Pantauan VIVAnews, terlihat sekitar enam motor terkena ranjau paku. Pengendara motor ini tampak menenteng kendaraannya.
Salah satu korban, Tatang, 41 tahun mengatakan, ban motornya terkena paku di depan RS Pertamina. Dia harus mendorong motornya sejauh 500 meter.
“Susah mencari tukang tambal ban yang benar. Kalau sembarangan, mereka nggak mau nambal tapi langsung ganti ban,” katanya. Kan mahal ganti ban dalam, tambahnya.
Dia mengatakan, rekannya kemarin terkena ranjau paku di lokasi yang sama. “Eh nggak tahunya saya juga kena, padahal sudah hati-hati,” katanya.
Komentator